Halaman

19 Jun 2013

"sorot pelangi yang meredup"

Pagi yang seperti biasa, murid-murid melangkahkan kaki nya dengan senyuman lebar dipipi nya. Termasuk Jaka, kapten basket sekolah yang banyak digandrungi oleh para wanita ini seperti biasa mengawali rutinitas nya bersama Ari, sahabat karib nya yang di kenal sejak ia duduk dibangku sekolah dasar. Jaka dan Ari selalu melakukan hal bersama-sama, layaknya seorang kakak dengan adik nya mereka pun selalu berusaha untuk membuat sebuah semangat setiap hari nya dengan bersama-sama.

Jaka yang dikenal sebagai kapten basket sekolah ini adalah salah satu dari sekian banyak orang yang selalu menebarkan senyuman untuk semua orang, seperti pelangi.. sinar mata Jaka mampu memancarkan aura positive bagi orang-orang yang melihat nya. Seorang siswa berprestasi ini mampu memikat semua wanita yang ada di sekolah. Tapi sayang, sejak dulu Jaka tidak pernah mengerti apa itu “mencintai dan dicintai”. Sangat bertolak belakang dengan Ari, hampir semua wanita pernah menjadi tambatan hatinya. Tidak jauh beda dengan jaka.. paras wajah Ari juga mampu membuat wanita jatuh hati pada nya.


Hari-hari mereka penuh canda dan tawa, selalu ada lelucon dalam persahabatan mereka. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Icha.. gadis cantik dan baik hati ini datang di kehidupan mereka. Seakan mengubah hidup Jaka, semenjak mengenal icha diam-diam Jaka menyimpan rasa pada Icha. Hanya Ari yang tahu semua cerita Jaka tentang icha.


“Kapan nih lo mulai deketin Icha? Hati-hati, sob! Keburu di gebet orang”.. celetuk Ari saat bel istirahat berbunyi. Jawab jaka dengan santai.. “ah! Lo kayak baru kenal gue sehari aja.. minder gue bos deketin cewek cantik kayak icha. lo tau sendiri gimana penyakit gue sekarang”. perdebatan mulai panas saat mereka membicarakan wanita ini, satu-satu nya wanita yang bisa membuat jantung Jaka seakan berhenti berdetak saat dua mata mereka saling bertatapan.. “kapan lagi?! Ayolah tunjukin dan kejar cinta lo itu. Gue yakin lo bisa!”.


Waktu terus berputar, kalimat Ari selalu menjadi hantu dalam ingatan Jaka.. sebenarnya bukan karena alasan itu yang membuat Jaka merasa tidak pantas untuk Icha. faktor keluarga yang menjadi salah satu alasan kuat Jaka, kurang lebih sudah dua tahun Ibu jaka menjadi single parent. Semenjak itu jaka berjanji hanya ingin membahagiakan wanita tercantik nya itu, yang menurutnya adalah Ibu nya.


Alasan lain yang membuat Jaka takut adalah Glioma, katagori besar kanker tumor premier yang berasal dari sel-sel glia. Jenis kanker yang dimulai dari otak atau tulang belakang. Jaka adalah salah satu penderita kanker tulang belakang yang mungkin mempunyai presentase untuk dapat bertahan hidup hanyalah 50%. Walau awalnya merasa bahwa kanker tersebut adalah sebuah tamparan hebat yang membuat hidupnya sama sekali tidak memiliki arti lagi, Jaka secara perlahan memulai mencoba untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan ketegaran dan besenang-senang dengan sahabatnya, Ari. Juga wanita yang di cintainya icha.


Ari selalu memotivasi dan meyakinkan Jaka bahwa ia layak untuk mendapatkan cinta icha. singkat cerita cahaya kehidupan Jaka mulai hadir kembali, icha yang selama ini didambakan nya sudah menjadi kekasih nya. berkat Ari yang selalu meyakinkannya. “Tuh.. gue bilang juga apa! Lo tuh selalu deh jangan suka putus asa sebelum mencoba. Terbukti kan sekarang icha bisa lo dapetin!”. Ujar Ari sambil merangkul pundak sahabatnya itu. “Sekarang gue percaya kalau selama berusaha gue pasti bisa dapetin apa yang gue mau. Makasih banget nih, Sob! Gue coba buat nikmatin hidup gue ini.” Tegas Jaka dengan penuh semangat.


Seminggu kemudian Jaka datang menemui dokter yang rutin ditemui nya setiap minggu untuk mengetahui bagaimana perkembangan Glioma di tubuh Jaka, seakan tersambar petir saat Jaka mendengar diagnosa tentang penyakitnya yang diutarakan oleh dokter.. “sel kanker di tulang belakang kamu makin menebar, harapan hidup penderita glioma mungkin hanya 46,33 bulan dengan rentang waktu 38-55 bulan” ucap dokter.. semua hening, waktu terasa berhenti saat vonis itu di jatuhkan pada Jaka. Tapi jaka  tidak berhenti disitu saja. Ia lebih menikmati hidup nya mulai hari itu dengan Ari sahabat karib nya dan icha wanita yang di cintainya.


Kehadiran kanker dalam hidup Jaka telah membuat hubungan antara dirinya dengan kekasihnya, icha dan Ibumya menjadi begitu terguncang. Di sisi lain penyakit kanker tersebut kemudian membawa Jaka untuk mengenal beberapa karakter baru dalam kehidupannya yang mampu membuatnya lebih merasa bahagia atas kehidupan yang telah dijalaninya selama ini.

“Promnight tinggal nunggu hari nih, kita jadi dateng bertiga Ari, kan?” tanya icha pada jaka. “jadi dong.. kita bertiga nanti bareng-bareng ya kesana.” Ujar jaka dengan semangatnya.

Malam itu pun datang, semua anak terlihat bahagia saat promnight. Malam ini bisa di sebut sebagai malam perpisahan karena seminggu lagi mereka akan mengadakan hari perpisahan dan kelulusan. jaka lulus dengan nilai yang memuaskan, peringkat pertama dapat diraih nya dalam Ujian Nasional tahun ini. Begitupun dengan Ari.. walaupun tidak sama dengan peringkat jaka, namun Ari mendapatkan universitas yang ia idamkan sejak dulu. Tidak ketinggalan denga icha , wanita yang di cintai jaka ini benar-benar lulus dengan hasil memuaskan juga di terima di salah satu universitas kedokteran.


“Hai semuanya… gue mau ngomong sesuatu nih..”. tiba-tiba terdengar suara jaka yang berbicara di tengah kerumunan teman-temannya.. “gue itu sebenernya mengidap Glioma,lhoooo.. kanker tulang belakang dan udah akut banget.. hahahahaha” jaka mengutarakan kaliamat itu dengan nada lelucon dan tertawanya yang cukup keras. Dari sisi lain ada Ari yang menarik jaka dan berkata, “hahahaha lo semua kayak gak tau jaka aja, dia kan biasanya suka bercanda.”


Semua hening, antara percaya atau tidak namun semua teman-teman jaka sekejap merasakan khawatir, tidak lain adalah icha.. tersentak menangis saat mendengar kalimat jaka  tadi. “Gila lo jack! Ngomong apasih lo barusan? Mau buat perhatian baru di sekolah?” Tanya Ari dengan sinis. Dan dengan lantang nya jaka menjawab, “gue Cuma bercanda kali, dan seenggak nya biar mereka nanti gak tanda tanya waktu ngeliat gue udah meninggal”. “heh ngomong apa sih lo?!” Tegas Ari.


Hari yang di tunggu-tunggu datang. Kelulusan itu sudah didepan mata. Semua siswa antusias dengan hari ini, entah apa yang istimewa hari ini.. tapi tetap saja bagi jaka hari ini masih seperti hari biasanya, tanpa ada yang istimewa kecuali hadir nya icha yang ada di sampingnya. Hari yang aneh.. tidak biasa-biasanya jaka memeluk icha dengan erat, “icha.. kamu harus jadi dokter. Kelak suatu saat nanti mungkin Cuma kamu satu-satu na dokter yang bisa sembuhin penyakit aku”. Kata-kata jaka yang membuat icha bertanda tanya.


Mala petaka itu datang, saat semua siswa bahagia mendapatkan kelulusan. Namun tidak untuk jaka… “jack…bangun! jack  kenapaa?!”. Suara teriakan itu datang dari belakang panggung. Ternyata jaka sudah terbaring di lantai, dengan darah yang menyelimuti hidung hingga setengah wajah jaka. Semua panik.. haru biru pun terasa di hari perpisahan ini. Semua darah penuh di setengah wajah jaka, bahkan mata itu.. mata yang mempunyai sorot seperti pelangi seakan redup, habis, dan mati tenggelam merah nya darah itu. Hari perpisahan yang mungkin tidak hanya untuk para siswa. Namun juga untuk jaka... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar